
Bandar Lampung, 4 Juni 2025 — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bandar Lampung menyatakan sikap tegas terhadap dugaan kasus kekerasan yang terjadi di lingkungan Universitas Lampung (Unila) yang baru-baru ini menyebabkan kematian seorang mahasiswa. Kejadian ini menimbulkan duka mendalam dan mengundang keprihatinan serius dari berbagai pihak, termasuk organisasi kemahasiswaan.
Dalam rilis resminya, Ketua Umum HMI Cabang Bandar Lampung,Tohir Bahnan, menegaskan bahwa kampus seharusnya menjadi ruang aman bagi mahasiswa untuk tumbuh secara intelektual, bukan menjadi tempat suburnya kekerasan.
“Kami menolak dengan tegas segala bentuk kekerasan di lingkungan kampus, terlebih jika sampai merenggut nyawa. Jika Peristiwa ini benar ,artinya mencerminkan adanya persoalan mendasar dalam sistem pembinaan, pengawasan, dan budaya yang berkembang di kalangan mahasiswa. Kami mendesak semua pihak untuk bertindak cepat dan bertanggung jawab,” tegas Tohir Bahnan.
Lebih lanjut, Bendahara Umum HMI Cabang Bandar Lampung,Alfarizi Wijaya, juga menyampaikan sikap yang sama dan menekankan pentingnya penegakan hukum secara objektif tanpa tekanan dari pihak manapun.
“Kami menuntut agar investigasi atas kasus ini dilakukan secara menyeluruh, transparan, dan tanpa intervensi apapun, baik dari internal kampus maupun pihak eksternal. Keadilan bagi korban dan keluarganya harus menjadi prioritas utama,” ujar Alfarizi Wijaya.
HMI Cabang Bandar Lampung menyerukan langkah-langkah berikut kepada pihak terkait:
1. Melakukan investigasi tuntas dan independen terhadap seluruh pihak yang terlibat, termasuk oknum yang mungkin melindungi praktik kekerasan.
2. Apabila terbukti maka APH Maupun Pihak Terkait Wajib Menindak tegas para pelaku kekerasan, baik yang terlibat langsung maupun tidak langsung.
3. Melakukan reformasi sistem pembinaan organisasi kemahasiswaan di lingkungan kampus, agar tidak menjadi ruang yang menyuburkan kekerasan simbolik maupun fisik.
4. Menghadirkan budaya akademik yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, kebebasan berpikir, dan tanggung jawab sosial.
HMI Cabang Bandar Lampung menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kasus ini hingga tuntas dan mendorong agar tidak ada lagi kejadian serupa di masa mendatang.
“Tidak boleh ada toleransi terhadap budaya kekerasan. Kami menyerukan agar keadilan ditegakkan dan kebenaran tidak dikaburkan oleh kepentingan apapun,” pungkas Tohir Bahnan.

Tinggalkan komentar