Dok.Aksi Refleksi 102 Hari Kerja Gubernur Lampung.

Bandar Lampung, 2 Juni 2025 – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bandar Lampung menggelar aksi unjuk rasa dalam rangka Refleksi 102 Hari Kerja Gubernur Lampung, sebagai bentuk evaluasi dan desakan atas komitmen kerja pemerintah provinsi terhadap berbagai persoalan rakyat Lampung.

Massa aksi berangkat dari Sekretariat Cabang HMI Bandar Lampung pada pukul 14:00 WIB dan tiba di Kantor Gubernur Lampung sekitar pukul 15:00 WIB. Setibanya di lokasi, massa aksi langsung dihadapkan oleh aparat kepolisian yang telah berjaga. Setelah orasi berlangsung, pihak Pemerintah Provinsi Lampung menawarkan audiensi terbatas untuk 15 orang, yang disepakati oleh pengurus cabang dan perwakilan komisariat.

Namun, saat perwakilan HMI masuk ke dalam kantor gubernur, diketahui bahwa Gubernur Lampung tidak hadir secara langsung dan hanya mengutus stafnya. Ketua Umum HMI Cabang Bandar Lampung bersama perwakilan komisariat kemudian mendesak agar Gubernur hadir secara langsung dalam audiensi tersebut. Setelah permintaan tersebut disampaikan melalui pihak terkait, Gubernur Lampung akhirnya bersedia menerima audiensi, namun membatasi jumlah peserta menjadi 8 orang.

Keputusan akhir diserahkan kepada perwakilan komisariat, yang setelah berdiskusi memutuskan bahwa 8 orang akan masuk ke ruang pertemuan, terdiri dari:

Ketua Umum HMI Cabang ,3 Pengurus Cabang ,4 Perwakilan Komisariat dengan catatan penting bahwa proses audiensi harus dilakukan secara live melalui akun Instagram resmi HMI Cabang Bandar Lampung demi transparansi publik.

Foto.Gubernur Lampung Menerima dan menanda tangani draft Kajian HMI Cabang bandar Lampung mengenai refleksi 102 Hari Kerja Gubernur

Poin Penting Pertemuan dengan Gubernur Lampung:

Gubernur menerima seluruh tuntutan aksi HMI Cabang Bandar Lampung.

Gubernur menandatangani nota kesepahaman dengan HMI Cabang Bandar Lampung sebagai bentuk komitmen bersama.

Pemerintah Provinsi berkomitmen membuka ruang diskusi lanjutan dengan HMI Cabang Bandar Lampung dan perwakilan komisariat dalam waktu dekat.

Aksi ini menjadi catatan kritis terhadap 102 hari kerja Gubernur, khususnya terkait pelayanan publik, transparansi anggaran, dan pembangunan berkeadilan di Lampung.

Dok.Ketua Umum HMI Cabang bandar Lampung pada saat melakukan Orasi

Pernyataan Resmi Ketua Umum HMI Cabang Bandar Lampung:

“Kami datang bukan untuk gagah-gagahan, tapi sebagai penyambung suara rakyat yang mulai kehilangan kepercayaan terhadap birokrasi. Nota kesepahaman yang ditandatangani Gubernur adalah awal, bukan akhir. HMI Cabang Bandar Lampung akan terus mengawal jalannya pemerintahan agar berpihak pada keadilan sosial.”

HMI Cabang Bandar Lampung menegaskan bahwa gerakan ini adalah bagian dari fungsi kontrol sosial mahasiswa terhadap jalannya roda pemerintahan. Aksi ini tidak berhenti pada simbol, tetapi akan terus berlanjut dalam bentuk pengawasan aktif, advokasi kebijakan, dan gerakan intelektual di ruang publik.

Published by

Categories:

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai